LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_10)
Kelas : XI-TJKT-1
Nama : Muhammad Esya Nur Hidayat
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan
Topik: Instalasi dan Konfigurasi DNS Server di Debian
Alokasi Waktu: 2 Pertemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep dasar DNS (Domain Name System) dan cara kerjanya.
Memahami peran DNS Server dalam menerjemahkan nama domain ke IP Address.
Melakukan instalasi paket BIND9 di Debian Server.
Mengkonfigurasi Forward Lookup Zone untuk domain lokal.
Mengkonfigurasi Reverse Lookup Zone untuk resolusi IP ke nama domain.
Melakukan pengujian resolusi nama dari komputer klien.
Menganalisis hasil resolusi DNS.
B. TEORI SINGKAT:
1. DNS (Domain Name System):
DNS adalah sistem penamaan hierarkis terdistribusi yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain yang mudah diingat manusia (misal: google.com) menjadi alamat IP yang digunakan oleh komputer (misal: 172.217.10.14). Ini ibarat buku telepon internet; Anda mencari nama, dan DNS memberi Anda nomor telepon (IP Address). DNS sangat fundamental untuk cara kerja internet dan jaringan modern.
2. DNS Server (BIND9):
DNS Server adalah perangkat lunak yang menyimpan basis data nama domain dan alamat IP, serta melayani permintaan resolusi dari klien. BIND (Berkeley Internet Name Domain) adalah implementasi DNS server open-source yang paling banyak digunakan di dunia. Di Debian, paketnya dikenal sebagai bind9.
Dalam konfigurasi DNS lokal, kita akan membuat:
Forward Lookup Zone: Bertanggung jawab untuk menerjemahkan nama domain ke IP Address (misal: server.labku.local ke 192.168.10.10). Ini berisi A records (untuk IPv4) dan AAAA records (untuk IPv6).
Reverse Lookup Zone: Bertanggung jawab untuk menerjemahkan IP Address ke nama domain (misal: 192.168.10.10 ke server.labku.local). Ini berisi PTR records.
C. ALAT DAN BAHAN:
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah terinstal Debian Server Core dengan IP statis dan SSH aktif).
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau Linux Client).
Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.
Koneksi jaringan internal antar VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan yang sama.
Aplikasi klien SSH (misal: PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses Debian Server.
Lembar kerja dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA:
Pastikan sumber daya listrik stabil.
Ikuti instruksi dengan cermat.
Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting sebelum mengeditnya.
Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala atau kerusakan.
Penting: Server DNS Anda harus memiliki IP Address STATIS. Pastikan firewall tidak memblokir port DNS (UDP/TCP 53).
F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
Apa fungsi utama dari DNS dalam jaringan komputer? Berikan contohnya.
Jelaskan perbedaan antara Forward Lookup Zone dan Reverse Lookup Zone!
Apa fungsi dari A record, NS record, dan PTR record dalam DNS?
Bagaimana cara memverifikasi bahwa layanan BIND9 berjalan di Debian Server?
Mengapa IP Address DNS Server harus statis?
G. KESIMPULAN:
Buatlah kesimpulan mengenai pengetahuan dan keterampilan yang Anda peroleh setelah menyelesaikan LKPD ini. Jelaskan pentingnya DNS Server dalam mempermudah akses sumber daya di jaringan lokal maupun internet, dan bagaimana konfigurasi BIND9 di Debian memungkinkan pengelolaan resolusi nama domain yang efektif.
H. PENILAIAN:
Penugasan :
Screenshot instalasi paket bind9 dan dnsutils.
Screenshot file /etc/bind/named.conf.local setelah diedit.
Screenshot file db
Screenshot hasil named-checkconf dan named-checkzone.
Screenshot systemctl status bind9.
Screenshot hasil dig dan ping dari server dan klien.
Screenshot konfigurasi DNS di klien Windows/Linux.
Unggah ke blogger anda dan sertakan keterangan tahapan dan kesimpulan pembelajaran tersebut.
Referensi https://youtu.be/WdDVdi6NvpQ
1. Apa fungsi utama dari DNS dalam jaringan komputer? Berikan contohnya.
DNS (Domain Name System) berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi IP Address dan sebaliknya.
Tujuannya agar pengguna tidak perlu mengingat angka IP yang rumit.
Contoh:
Ketika kamu mengetik google.com, DNS akan menerjemahkannya menjadi IP seperti 142.250.190.78 sehingga komputer tahu harus terhubung ke server yang mana.
2. Jelaskan perbedaan antara Forward Lookup Zone dan Reverse Lookup Zone!
| Zona DNS | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Forward Lookup Zone | Menerjemahkan nama domain → IP address | www.example.com → 192.168.1.10 |
| Reverse Lookup Zone | Menerjemahkan IP address → nama domain | 192.168.1.10 → www.example.com |
Sederhananya:
Forward = nama ke IP
Reverse = IP ke nama
3. Apa fungsi dari A record, NS record, dan PTR record dalam DNS?
A Record (Address Record)
Memetakan nama domain ke IP address (IPv4).
Contoh:
www.example.com IN A 192.168.1.10
NS Record (Name Server Record)
Menunjukkan server DNS mana yang bertanggung jawab untuk sebuah domain.
Contoh:
example.com IN NS ns1.example.com
PTR Record (Pointer Record)
Dipakai pada Reverse Lookup, memetakan IP address → nama domain.
Contoh:
10.1.168.192.in-addr.arpa IN PTR www.example.com
4. Bagaimana cara memverifikasi bahwa layanan BIND9 berjalan di Debian Server?
Gunakan perintah berikut:
Cek status service BIND9
systemctl status bind9
Jika aktif, akan muncul status:
active (running)
Cek apakah port DNS (53) aktif
ss -tulpn | grep :53
Test query DNS lokal
dig @localhost example.com
Jika keluar jawaban DNS, berarti BIND9 bekerja.
5. Mengapa IP Address DNS Server harus statis?
Karena:
-
DNS harus selalu dapat diakses – jika IP berubah, klien tidak bisa menemukan DNS server.
-
Server yang melayani jaringan (DNS, DHCP, Web server) harus memakai IP tetap supaya stabil.
-
Konfigurasi klien, router, dan zone record DNS mengarah ke IP fixed.
Jika DNS memakai DHCP (dinamis), maka:
-
Klien bisa gagal resolve domain
-
Zona DNS bisa invalid
-
Layanan jaringan tidak stabil
Jadi IP DNS wajib statis demi keandalan jaringan.
Jika kamu mau, saya juga bisa buatkan versi ringkas untuk catatan ujian, atau versi lebih teknis untuk laporan praktikum.
G. Kesimpulan:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, saya memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengelola layanan DNS pada jaringan komputer, khususnya menggunakan BIND9 di Debian Server. Saya memahami bahwa DNS memiliki peran yang sangat penting dalam mempermudah akses ke berbagai sumber daya, baik di jaringan lokal maupun di internet, dengan cara mengubah nama domain yang mudah diingat menjadi alamat IP yang digunakan komputer untuk saling berkomunikasi. Tanpa DNS, pengguna harus menghafal deretan angka IP, sehingga proses akses layanan menjadi tidak efisien dan rentan kesalahan.
Melalui konfigurasi BIND9, saya dapat membuat Forward Lookup Zone dan Reverse Lookup Zone, mengelola record seperti A, NS, dan PTR, serta memastikan layanan DNS berjalan dengan baik melalui proses verifikasi. Pengalaman ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana sebuah jaringan mengatur dan menyediakan resolusi nama secara terstruktur serta andal.
Secara keseluruhan, keterampilan konfigurasi DNS menggunakan BIND9 sangat penting untuk membangun jaringan yang stabil, mudah digunakan, dan terorganisir, baik untuk skala kecil seperti laboratorium maupun jaringan besar dalam lingkungan produksi.
Hasil Screenshoot