LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_12)
Kelas : XI-TJKT-1
Nama : Muhammad Esya Nur Hidayat
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan / Pemrograman Web Topik: Instalasi dan Konfigurasi Web Server (Apache2) di Debian
Alokasi Waktu: 2 Pertemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep dasar Web Server dan protokol HTTP/HTTPS.
Memahami peran Apache2 sebagai web server populer di Linux.
Melakukan instalasi paket Apache2 di Debian Server.
Menguji fungsi dasar web server dari komputer klien.
Menempatkan dan mengelola file website di direktori web server.
Memahami dasar-dasar Virtual Host (opsional, sebagai pengenalan).
B. TEORI SINGKAT:
1. Web Server:
Web Server adalah program komputer yang bertanggung jawab untuk menerima permintaan HTTP dari klien (biasanya web browser), melayani halaman web, dan konten web lainnya seperti gambar, stylesheet, dan skrip. Web server bertindak sebagai perantara antara pengguna dan website yang mereka ingin kunjungi. Ketika Anda mengetikkan alamat website di browser, browser mengirim permintaan ke web server, dan web server merespons dengan mengirimkan file-file website tersebut kembali ke browser Anda.
2. Apache2:
Apache HTTP Server, sering disebut Apache, adalah salah satu web server open-source yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikenal karena fleksibilitas, stabilitas, dan kemampuannya untuk dikustomisasi melalui berbagai modul. Apache2 adalah versi terbaru dari Apache yang digunakan di Debian dan banyak distribusi Linux lainnya.
Direktori default untuk menyimpan file website di Apache Debian adalah /var/www/html/.
C. ALAT DAN BAHAN:
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah terinstal Debian Server Core dengan IP statis dan SSH aktif).
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau Linux Client).
Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.
Koneksi jaringan internal antar VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan yang sama dan dapat saling ping.
Aplikasi klien SSH (misal: PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses Debian Server.
Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dll.) di klien.
Text Editor (Nano/Vi di Debian, Notepad++/VS Code di Windows) untuk membuat file HTML/PHP.
Lembar kerja dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA:
Pastikan sumber daya listrik stabil.
Ikuti instruksi dengan cermat.
Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting sebelum mengeditnya.
Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala atau kerusakan.
Pastikan IP Address Debian Server adalah statis dan tidak ada firewall yang memblokir port HTTP (port 80) atau HTTPS (port 443).
E. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
Apa fungsi utama dari web server?
Apa perbedaan antara index.html dan info.php dalam konteks web server Apache2? Apa prasyarat agar info.php dapat dieksekusi?
Jelaskan konsep Virtual Host pada Apache2! Kapan Anda akan menggunakannya?
Bagaimana cara memverifikasi bahwa layanan Apache2 berjalan dengan benar di Debian Server?
F. KESIMPULAN:
Buatlah kesimpulan mengenai pengetahuan dan keterampilan yang Anda peroleh setelah menyelesaikan LKPD ini. Jelaskan pentingnya web server dalam menyajikan konten web dan bagaimana instalasi serta konfigurasi Apache2 di Debian memungkinkan hosting website yang efektif.
G. PENILAIAN:
Penugasan :
Screenshot instalasi paket apache2.
Screenshot systemctl status apache2.
Screenshot tampilan "Apache2 Debian Default Page" di browser klien.
Screenshot file index.html atau info.php yang dibuat.
Screenshot tampilan halaman web Anda di browser klien.
Screenshot file konfigurasi Virtual Host (www.nama_anda.net).
Screenshot hasil apache2ctl configtest.
Screenshot hasil akses Virtual Host di browser klien.
Unggah ke blogger anda dan sertakan keterangan tahapan dan kesimpulan pembelajaran tersebut.
H. JAWABAN HASIL PENGAMATAN:
1. Apa fungsi utama dari Web Server?
Web server adalah layanan/perangkat lunak yang berfungsi untuk:
Menerima permintaan (request) dari client (browser) melalui protokol HTTP/HTTPS
Memproses permintaan tersebut
Mengirimkan respon berupa halaman web (HTML), gambar, file, atau hasil pemrosesan skrip (PHP, dll)
Contoh fungsi web server:
Menampilkan website sekolah/perusahaan
Menyediakan halaman login
Menjalankan aplikasi web berbasis PHP
Menyediakan file untuk diunduh
Contoh web server populer: Apache2, Nginx, Lighttpd
2. Perbedaan antara index.html dan info.php pada Apache2
serta prasyarat agar info.php dapat dieksekusi
a. index.html
File HTML statis
Ditampilkan langsung oleh Apache tanpa pemrosesan tambahan
Tidak membutuhkan bahasa pemrograman server-side
📌 Contoh isi:
<h1>Halo Apache</h1>
b. info.php
File PHP (server-side scripting)
Tidak ditampilkan langsung
Harus diproses dulu oleh PHP Interpreter
📌 Contoh isi:
<?php phpinfo(); ?>
c. Prasyarat agar info.php dapat dieksekusi:
PHP sudah terinstal
sudo apt install php
Modul PHP untuk Apache terinstal
sudo apt install libapache2-mod-php
Apache2 aktif dan mendukung PHP
File berada di DocumentRoot (misalnya /var/www/html)
Hak akses file benar (readable oleh Apache)
Jika salah satu tidak terpenuhi, file .php akan:
Ditampilkan sebagai teks biasa, atau
Tidak bisa diakses
3. Konsep Virtual Host pada Apache2
dan kapan digunakan
Virtual Host adalah fitur Apache yang memungkinkan satu server menjalankan banyak website/domain sekaligus.
Fungsi Virtual Host:
Membagi website berdasarkan domain atau IP
Memiliki DocumentRoot berbeda
Konfigurasi terpisah (log, hak akses, dll)
Jenis Virtual Host:
Name-based Virtual Host
Berdasarkan nama domain
Contoh:
www.sekolah.local
www.lab.local
IP-based Virtual Host
Berdasarkan alamat IP berbeda
Kapan menggunakan Virtual Host?
Hosting lebih dari satu website di satu server
Server lab/praktikum
Web server perusahaan dengan banyak subdomain
Pengembangan beberapa project web
📌 Contoh sederhana Virtual Host:
<VirtualHost *:80>
ServerName sekolah.local
DocumentRoot /var/www/sekolah
</VirtualHost>
4. Cara memverifikasi Apache2 berjalan dengan benar di Debian Server
a. Cek status layanan
sudo systemctl status apache2
Jika berjalan normal akan muncul:
active (running)
b. Cek port yang digunakan
ss -tuln | grep :80
c. Akses melalui browser
Buka browser
Masukkan:
http://IP_Server
Jika muncul halaman "Apache2 Debian Default Page", berarti Apache berjalan dengan baik.
d. Cek dengan curl (tanpa GUI)
curl http://localhost
e. Cek konfigurasi Apache
sudo apache2ctl configtest
Jika benar:
Syntax OK
Kesimpulan Singkat
Web server berfungsi menyajikan layanan web
index.html bersifat statis, info.php membutuhkan PHP
Virtual Host memungkinkan banyak website dalam satu server
Apache dapat diverifikasi melalui status service, browser, dan tools CLI
I. SCREENSHOTS:
ini adalah tahap awal dari LKPD 12 yaitu menginstall Apache server dengan command apt
install apache2 -y
Setelah di install kita harus memastikan bahwa Apache2 berjalan dengan baik atau active (running) dengan cara systemctl status apache2
Jika berjalan dengan baik kita langsung check apakah sudah bisa dipake atau tidak website nya dengan memasukan ip address server Debian kita ke web browser klien (windows)
Nah sekarang kita akan mengubah tampilan awal tadi dengan membuat file baru index.html untuk nanti kita pake untuk menyesuaikan apa yang kita inginkan di web server ini
jangan lupa untuk apakah kode yang sudah masukan itu berkerja dengan baik atau tidak karena kalau tidak bisa jadi ada kesalahan seperti typo atau error di kode
Jika ingin info yang lebih lengkat kita install php info dengan command apt install php libapache2-mod-php -y. lalu buat file php baru dengan command: nano /var/www/html/info.php. lalu isi dengan kode berikut:
<?php
phpinfo();
?>
Setelah kita buat apache2 server selanjutnya membuat domain yang bisa dipake agar tampilannya tidak dalam bentuk IP ADDRESS karena bisa ke serang kalau dalam bentuk Ip address dan juga jangan lupa untuk membuat configurasi domain juga untuk bisa di akses oleh klien dan admin juga
dan terakhir untuk check apakah domainnya yang sudah di konfigurasi sudah berkerja dengan baik atau tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar