LKPD 13 WEB MAIL SERVER
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_13)
Kelas : XI-TJKT-1
Nama : Muhammad Esya
Nur Hidayat
Mata
Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan /
Sistem Operasi Jaringan
Topik:
Instalasi dan Konfigurasi Mail Server dan Webmail di Debian
Alokasi Waktu:
2
A.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah
menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan
konsep dasar Mail Server dan protokol terkait (SMTP, POP3, IMAP).
- Memahami peran MTA (Mail
Transfer Agent), MDA (Mail Delivery Agent), dan Webmail.
- Melakukan instalasi dan
konfigurasi Postfix sebagai MTA di Debian Server.
- Melakukan instalasi dan
konfigurasi Dovecot sebagai IMAP/POP3 server.
- Melakukan instalasi dan
konfigurasi Roundcube sebagai antarmuka webmail.
- Membuat akun email lokal
dan menguji pengiriman/penerimaan email.
- Menganalisis proses alur email
dari pengirim hingga penerima.
B.
TEORI SINGKAT:
1.
Mail Server:
Mail
Server adalah sistem yang berfungsi untuk
menyimpan, mengirim, dan menerima email. Proses pengiriman email melibatkan
beberapa komponen:
●
MTA
(Mail Transfer Agent):
Mengirim dan menerima email antar server (misal: Postfix).
●
MDA
(Mail Delivery Agent):
Mengirimkan email dari MTA ke kotak surat pengguna (seringkali terintegrasi
atau menggunakan Dovecot).
●
MUA
(Mail User Agent): Klien email
yang digunakan pengguna (misal: Outlook, Thunderbird, atau Webmail).
2.
Protokol Email:
●
SMTP
(Simple Mail Transfer Protocol):
Digunakan untuk mengirim email dari klien ke server, dan antar server.
●
POP3
(Post Office Protocol version 3):
Digunakan untuk mengunduh email dari server ke klien. Email biasanya dihapus
dari server setelah diunduh.
●
IMAP
(Internet Message Access Protocol):
Digunakan untuk mengakses email langsung di server. Email tetap berada di
server, memungkinkan akses dari berbagai perangkat.
3.
Komponen Mail Server di Debian:
●
Postfix: MTA yang populer, cepat, mudah dikonfigurasi, dan aman.
●
Dovecot: IMAP dan POP3 server yang stabil dan efisien, digunakan
untuk mengelola kotak surat pengguna.
●
Roundcube: Aplikasi webmail open-source yang memungkinkan
pengguna mengakses email mereka melalui browser web.
C.
ALAT DAN BAHAN:
- Satu
Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah
terinstal Debian Server Core dengan IP statis, SSH aktif, dan DNS
Server (BIND9) sudah terkonfigurasi untuk domain lokal Anda, misal labku.local).
- Satu Virtual Machine (VM)
yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau
Linux Client).
- Software Virtualisasi: Oracle
VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.
- Koneksi jaringan internal antar
VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di
VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi
jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan
yang sama dan dapat saling ping dengan nama domain.
- Aplikasi klien SSH (misal:
PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses
Debian Server.
- Web Browser (Google Chrome,
Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dll.) di klien.
- Text Editor (Nano/Vi di
Debian).
- Lembar kerja dan alat tulis.
D.
KESELAMATAN KERJA:
- Pastikan
sumber daya listrik stabil.
- Ikuti instruksi dengan cermat.
- Berhati-hatilah saat mengedit
file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting
sebelum mengeditnya.
- Laporkan kepada guru/instruktur
jika ada kendala atau kerusakan.
- Sangat
Penting: Pastikan DNS Server
Anda sudah berfungsi dengan baik. Tanpa DNS yang benar, Mail Server tidak
akan bisa berfungsi. Pastikan firewall tidak memblokir port-port
email (25, 110, 143, 465, 587, 993, 995).
E.
LANGKAH KERJA:
BAGIAN
1: PERSIAPAN DEBIAN SERVER DAN DNS
- Login
ke Debian Server:
- Akses Debian Server Anda
melalui konsol VM atau via SSH dari komputer Host/klien.
- Login sebagai user biasa
(misal: adminlab), lalu gunakan sudo
su - atau sudo -i
untuk berpindah ke user root.
- Verifikasi IP Address dan DNS:
- Ketik ip a
(Pastikan IP statis, misal: 192.168.10.10/24).
- Ketik dig @192.168.10.10 mail.labku.local (Ganti labku.local dengan domain Anda). Pastikan
resolusi ke IP server.
- Ketik dig -x 192.168.10.10
(Pastikan resolusi ke nama server Anda).
- PENTING: Buka file db.labku.local
(atau nama forward zone Anda) di /etc/bind/ dan tambahkan A Record
dan MX Record untuk Mail Server Anda:
▪
nano
/etc/bind/db.labku.local
▪
Tambahkan
baris di bawah ini (ganti dengan domain dan IP Anda):
DNS
Zone file
mail IN A
192.168.10.10 ; A Record untuk
hostname mail server
@ IN MX
10 mail.labku.local. ; MX Record untuk domain Anda
▪
Ubah
nilai Serial di kedua file zone (forward dan reverse) menjadi angka yang
lebih tinggi.
▪
Simpan
dan keluar.
- Restart BIND9: systemctl restart bind9
- Uji lagi dig mail.labku.local
dan dig labku.local MX.
- Update Sistem:
- apt update
- apt
upgrade -y
BAGIAN
2: INSTALASI DAN KONFIGURASI POSTFIX (MTA)
- Instal
Postfix:
- apt install postfix -y
- Selama instalasi, Anda akan
diminta beberapa konfigurasi:
▪
General
type of mail configuration:
Pilih Internet Site.
▪
System
mail name: Masukkan nama domain Anda, misal: labku.local
(ini penting!)
▪
Biarkan
default untuk opsi lainnya, atau sesuaikan jika Anda tahu.
- Konfigurasi Postfix Utama:
- nano /etc/postfix/main.cf
- Cari dan pastikan baris-baris
berikut sesuai (uncomment jika perlu, sesuaikan nilai):
o
# Domain utama
yang akan dilayani
o
myhostname =
mail.labku.local
o
mydomain =
labku.local
o
myorigin =
$mydomain
o
o
# Network
interface yang akan didengarkan Postfix
o
inet_interfaces
= all
o
inet_protocols
= all # atau ipv4 jika hanya pakai IPv4
o
o
# Domain yang
akan diterima emailnya oleh server ini
o
mydestination
= $myhostname, $mydomain, localhost.$mydomain, localhost
o
o
# Konfigurasi
Home Directory
o
home_mailbox =
Maildir/ # Disarankan Maildir daripada Mbox
o
o
# Izinkan user
lokal mengirim email tanpa otentikasi
o
mynetworks =
127.0.0.0/8 [::ffff:127.0.0.0]/104 [::1]/128 192.168.10.0/24 # Tambahkan
network lokal Anda
- Simpan dan keluar.
- Membuat Struktur Maildir (Jika
belum ada):
- Untuk user yang akan Anda
buat, pastikan mereka memiliki struktur Maildir.
Anda bisa mengotomatisasi ini nanti.
- Restart Postfix:
- systemctl restart postfix
- Periksa
status: systemctl status postfix
BAGIAN
3: INSTALASI DAN KONFIGURASI DOVECOT (IMAP/POP3)
- Instal
Dovecot:
- apt install dovecot-imapd
dovecot-pop3d -y
- Konfigurasi Dovecot untuk
Maildir:
- nano
/etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf
- Cari baris mail_location = mbox:~/mail:INBOX=/var/mail/%u
- Ubah menjadi: mail_location = maildir:~/Maildir
- Simpan dan keluar.
- Konfigurasi Autentikasi
Dovecot:
- nano
/etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf
- Cari baris auth_mechanisms = plain
- Tambahkan login
agar menjadi: auth_mechanisms =
plain login
- Simpan dan keluar.
- Konfigurasi SSL/TLS (Opsional
tapi Direkomendasikan):
- nano
/etc/dovecot/conf.d/10-ssl.conf
- Pastikan ssl = yes.
- Pastikan path sertifikat dan
kunci sudah benar. Untuk pengujian awal bisa pakai default sertifikat
self-signed.
▪
ssl_cert =
</etc/dovecot/dovecot.pem
▪
ssl_key =
</etc/dovecot/private/dovecot.pem
- Restart Dovecot:
- systemctl restart dovecot
- Periksa
status: systemctl status dovecot
BAGIAN
4: MEMBUAT AKUN EMAIL DAN PENGUJIAN DASAR
- Membuat
User Linux (Sekaligus Akun Email):
- Akun email di Mail Server ini
akan menggunakan user Linux yang ada.
- Buat dua user baru untuk
pengujian:
▪
adduser guest1 (isi password dan info lainnya)
▪
adduser guest2 (isi password dan info lainnya)
- Mengirim Email Percobaan dari
Server:
- Login sebagai user1:
su - user1
- Kirim email ke user2
di server yang sama:
▪
echo
"Halo user2, ini email percobaan dari user1." | mail -s "Uji
Email Lokal" user2@labku.local
- Kembali ke root
atau adminlab: exit
- Login sebagai user2:
su - user2
- Periksa email yang masuk: mail
▪
Atau
langsung lihat isi Maildir: ls -l
~/Maildir/new/
- Exit
dari user user2.
BAGIAN
5: INSTALASI DAN KONFIGURASI WEBMAIL (ROUNDCUBE)
- Instal
Apache2 dan PHP (Jika belum):
- apt install apache2 php php-cli
php-mysql php-json php-mbstring php-intl php-zip php-xml php-gd
php-common php-curl -y
- Restart Apache: systemctl restart apache2
- Instal Database MySQL/MariaDB
Server:
- apt install mariadb-server
mariadb-client -y
- Amankan instalasi MariaDB: mysql_secure_installation
▪
Jawab
Y
untuk set root password, hapus user anonim, nonaktifkan remote root login,
hapus database test.
- Login ke MySQL: mysql -u root -p
(masukkan password root MariaDB Anda)
- Buat
database dan user untuk Roundcube:
SQL
CREATE DATABASE roundcubemail DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4
COLLATE utf8mb4_unicode_ci;
CREATE USER 'roundcubeuser'@'localhost' IDENTIFIED BY
'passwordanda';
GRANT ALL PRIVILEGES ON roundcubemail.* TO
'roundcubeuser'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
EXIT;
- Instal
Roundcube:
- apt install roundcube roundcube-core
roundcube-mysql roundcube-plugins -y
- Selama instalasi, Anda akan
ditanya:
▪
Configure
database for roundcube with dbconfig-common? Pilih Yes.
▪
Database
type to be used by roundcube:
Pilih mysql.
▪
Password
of the database administrator:
Masukkan password root MariaDB Anda.
▪
Password
for roundcubeuser in MySQL:
Masukkan password yang Anda set untuk roundcubeuser (passwordanda).
- Jika ada masalah, Anda bisa
import skema manual: mysql -u
roundcubeuser -p roundcubemail <
/usr/share/doc/roundcube-core/examples/mysql.initial.sql
- Konfigurasi Apache untuk
Roundcube:
- Secara default, Roundcube akan
terinstal di /var/www/html/roundcubemail/.
- Buat symbolic link agar
mudah diakses dari root web:
▪
ln -s
/usr/share/roundcubemail /var/www/html/webmail
- Restart Apache: systemctl restart apache2
- Pengujian Webmail dari Klien:
- Buka Web Browser di klien
Anda.
- Akses: http://192.168.x.10/webmail (atau http://mail.nama_anda/webmail jika DNS sudah OK).
- Anda akan melihat halaman
login Roundcube.
- Login
sebagai user1 dengan passwordnya.
- Coba
kirim email dari user1@labku.local
ke user2@labku.local.
- Login
sebagai user2 dan periksa email masuk dari user1.
F.
HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
- Jelaskan
perbedaan fungsi antara Postfix dan Dovecot dalam konteks Mail Server!
- Apa itu MX Record
dalam konfigurasi DNS? Mengapa itu penting untuk Mail Server?
- Mengapa Anda perlu menginstal
Apache2 dan PHP untuk dapat menggunakan Roundcube?
- Apa fungsi dari myhostname
dan mydomain di konfigurasi Postfix?
- Jika Anda tidak dapat mengirim
email dari Roundcube, apa kemungkinan penyebabnya (misal: konfigurasi SMTP
di Roundcube, Postfix tidak berjalan)?
- Jika Anda tidak dapat menerima
email di Roundcube, apa kemungkinan penyebabnya (misal: konfigurasi
IMAP/POP3 di Roundcube, Dovecot tidak berjalan)?
- Sebutkan dua mode utama yang
digunakan oleh klien untuk mengambil email dari server dan jelaskan
perbedaannya!
G.
KESIMPULAN:
Buatlah
kesimpulan mengenai pengetahuan dan keterampilan yang Anda peroleh setelah
menyelesaikan LKPD ini. Jelaskan pentingnya Mail Server dalam komunikasi
digital, bagaimana berbagai komponen bekerja sama (MTA, MDA, Webmail), dan
bagaimana Anda dapat membangun solusi email lengkap menggunakan Postfix,
Dovecot, dan Roundcube di Debian.
H.
PENILAIAN:
|
No |
Kriteria
Penilaian |
Maksimal
Skor (Poin) |
|
1 |
Kelengkapan
langkah kerja |
1 |
|
2 |
Kebenaran
konfigurasi |
1 |
|
3 |
Ketepatan
waktu penyelesaian |
1 |
|
4 |
Kemampuan
menyelesaikan masalah secara mandiri |
1 |
|
5 |
Kemampuan
bernalar |
1 |
|
|
Total |
5 |
Penugasan:
●
Screenshot
hasil dig untuk A dan MX Record.
●
Screenshot
file db setelah ditambahkan MX record.
●
Screenshot
instalasi Postfix.
●
Screenshot
file main.cf yang sudah dikonfigurasi.
●
Screenshot
instalasi Dovecot dan file 10-mail.conf.
●
Screenshot
pembuatan user.
●
Screenshot
halaman login Roundcube.
●
Screenshot
inbox Roundcube user1 dan user2.
●
Screenshot
pengiriman email dari Roundcube.
●
Unggah
ke blogger anda dan sertakan keterangan tahapan dan kesimpulan pembelajaran
tersebut.
F1. JAWABAN HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
Berikut jawaban yang bisa kamu gunakan (ringkas dan mudah dipahami):
1. Perbedaan fungsi Postfix dan Dovecot dalam Mail Server
·
Postfix
Berfungsi sebagai SMTP server (Mail Transfer Agent/MTA).
Tugasnya:
o
Mengirim email ke server lain
o
Menerima email dari server lain
o
Mengatur proses pengiriman email keluar dan
masuk
·
Dovecot
Berfungsi sebagai IMAP/POP3 server (Mail Delivery Agent/MDA).
Tugasnya:
o
Menyimpan email ke mailbox user
o
Memungkinkan user mengambil dan membaca email
👉 Singkatnya:
Postfix = tukang kirim email
Dovecot = tukang simpan dan ambil email
2. Apa itu MX Record dalam DNS? Mengapa penting?
MX Record (Mail Exchange Record) adalah catatan di DNS yang
menentukan server mana yang menerima email untuk suatu domain.
Contoh:
Jika domain: example.com
MX Record akan menunjuk ke: mail.example.com
Kenapa penting?
·
Tanpa MX Record, email dari luar tidak
tahu harus dikirim ke server mana
·
Mail server lain menggunakan MX Record untuk
mencari tujuan pengiriman email
👉 Jadi MX Record itu seperti alamat
tujuan kantor pos untuk email domain tersebut.
3. Mengapa perlu Apache2 dan PHP untuk Roundcube?
·
Roundcube adalah aplikasi webmail
berbasis web
·
Apache HTTP Server diperlukan
untuk:
o
Menjalankan web server agar Roundcube bisa
diakses lewat browser
·
PHP diperlukan karena:
o
Roundcube dibuat menggunakan bahasa PHP
👉 Tanpa Apache dan PHP, Roundcube tidak bisa
dijalankan di browser.
4. Fungsi myhostname dan mydomain di Postfix
Di konfigurasi Postfix:
·
myhostname
Menentukan nama lengkap server email
Contoh:
·myhostname = mail.example.com
·
mydomain
Menentukan nama domain utama
Contoh:
·mydomain = example.com
👉 myhostname = nama server
👉
mydomain = nama domain email
5. Tidak bisa mengirim email dari Roundcube, kemungkinan
penyebabnya:
Beberapa kemungkinan:
1. Konfigurasi
SMTP di Roundcube salah
2. Postfix
tidak berjalan (service postfix status)
3. Port
SMTP (biasanya 25, 587) diblokir firewall
4. Username/password
salah
5. Salah
konfigurasi TLS/SSL
👉 Karena kirim email = proses SMTP → biasanya
masalah ada di Postfix atau setting SMTP.
6. Tidak bisa menerima email di Roundcube, kemungkinan
penyebabnya:
Beberapa kemungkinan:
1. Konfigurasi
IMAP/POP3 di Roundcube salah
2. Dovecot
tidak berjalan
3. Port
IMAP (143/993) atau POP3 (110/995) diblokir
4. Mailbox
user belum dibuat
5. Permission
folder mail salah
👉 Karena menerima email = proses IMAP/POP3 →
biasanya masalah ada di Dovecot.
7. Dua mode utama untuk mengambil email dari server
Ada dua protokol utama:
1️⃣ IMAP (Internet Message Access Protocol)
·
Email tetap tersimpan di server
·
Bisa diakses dari banyak perangkat
·
Cocok untuk penggunaan modern (HP + laptop)
2️⃣ POP3 (Post Office Protocol v3)
·
Email diunduh ke perangkat
·
Biasanya terhapus dari server setelah diambil
·
Cocok untuk satu perangkat saja
👉 Perbedaannya:
·
IMAP = sinkronisasi, email tetap di server
·
POP3 = download, email pindah ke perangkat
G1.JAWABAN
KESIMPULAN:
Mail server terdiri dari
beberapa komponen yang saling bekerja sama. Postfix berfungsi untuk mengirim dan menerima email
melalui SMTP, sedangkan Dovecot
berfungsi untuk menyimpan dan menyediakan email agar bisa diakses melalui IMAP
atau POP3. Konfigurasi DNS seperti MX Record sangat penting agar email dapat
dikirim ke server yang benar. Untuk menggunakan Roundcube sebagai webmail,
diperlukan Apache2 dan PHP karena Roundcube berbasis web dan menggunakan bahasa
PHP. Jika terjadi masalah dalam pengiriman atau penerimaan email, biasanya
penyebabnya ada pada konfigurasi SMTP (Postfix) atau IMAP/POP3 (Dovecot).
Secara keseluruhan, semua komponen harus dikonfigurasi dengan benar agar
sistem mail server dapat berjalan dengan baik.
SCREENSHOOT
PENUGASAN:

Komentar
Posting Komentar